Syarah Sahih
al-Bukhari berkembang sejak abad ke-4 H dan terus berlanjut hingga era
modern. Karya-karya ini memperlihatkan evolusi metodologi dari penjelasan makna
hadis secara ringkas hingga pembahasan ensiklopedis yang mencakup sanad,
matan, fiqh, bahasa, dan kritik hadis.
1. A‘lam al-Sunan
Di antara
yang paling awal adalah A‘lam al-Sunan karya Abu Sulayman Hamd ibn
Muhammad al-Khattabi (w. 388 H/998 M). Kitab ini termasuk syarah awal yang
bersifat ringkas. Fokusnya pada penjelasan makna hadis, aspek kebahasaan, serta
isyarat fiqh, tanpa pembahasan panjang tentang perdebatan mazhab atau
analisis mendalam rijal.
2. Syarh Ibn Battal
Berikutnya
adalah Syarh Ibn Battal karya Abu al-Hasan ‘Ali ibn Khalaf ibn Battal
al-Qurtubi (w. 449 H/1057 M). Syarah ini termasuk yang tertua dan sangat
berpengaruh, khususnya dalam tradisi Maliki. Isinya menekankan istinbat
al-ahkam, argumentasi fiqh, serta penguatan pendapat mazhab, dengan
perhatian terbatas pada kritik sanad secara teknis.
3. al-Abwab wa al-Tarajim li Sahih al-Bukhari
Pada abad
ke-6 H muncul al-Abwab wa al-Tarajim li Sahih al-Bukhari karya Abu Hafs
‘Umar ibn Muhammad al-Nasafi (w. 537 H/1142 M). Karya ini memusatkan perhatian
pada analisis tarajim al-abwab, yakni judul-judul bab yang dirumuskan
oleh Imam al-Bukhari, serta korelasinya dengan hadis yang dicantumkan.
4. al-Kawakib al-Darari
Memasuki
abad ke-8 H, tradisi syarah menjadi semakin sistematis. Di antaranya al-Kawakib
al-Darari fi Syarh Sahih al-Bukhari karya Syams al-Din al-Kirmani (w. 786
H/1384 M). Syarah ini dikenal luas di dunia Timur Islam dan memuat analisis
bahasa, i‘rab, diskusi teologis, serta pembahasan makna.
5. al-Nazar al-Fasih
Tidak lama
kemudian, muncul al-Nadhar al-Fasih ‘inda Mada’iq al-Anzar fi al-Jami‘
al-Sahih karya Muhammad ibn Ibrahim al-Wazir (w. 840 H/1436 M). Karya ini
lebih bersifat kritis dan reflektif, menyoroti persoalan interpretasi
hadis-hadis yang dianggap problematis.
6. Fath al-Bari dan ‘Umdat al-Qari
Puncak
tradisi syarah terjadi pada abad ke-9 H dengan dua karya monumental: Fath
al-Bari bi Syarh Sahih al-Bukhari karya Ahmad ibn ‘Ali ibn Hajar
al-‘Asqalani (w. 852 H/1449 M) dan ‘Umdat al-Qari fi Syarh Sahih al-Bukhari
karya Mahmud ibn Ahmad al-‘Ayni (w. 855 H/1451 M).
Fath al-Bari dianggap
sebagai syarah paling komprehensif. Ia memadukan kritik sanad, kajian rijal,
analisis fiqh lintas mazhab, pembahasan asbab al-wurud, serta
penjelasan kebahasaan. Sementara ‘Umdat al-Qari menampilkan keluasan
pembahasan fiqh mazhab Hanafi dan sering berdialog secara kritis dengan
Ibn Hajar.
7. Irsyad al-Sari
Pada abad
ke-10 H hadir Irsyad al-Sari fi yharh Sahih al-Bukhari karya Shihab
al-Din al-Qastallani (w. 923 H/1517 M). Karya ini banyak merangkum pendapat
ulama sebelumnya, terutama Ibn Hajar dan al-‘Ayni, dengan gaya yang lebih sistematis
dan mudah diakses.
8. Lami‘ al-Darari
Pada periode
modern, tradisi syarah berkembang pesat di kawasan India. Di antaranya Lami‘
al-Darari ‘ala Jami‘ al-Bukhari karya Rashid Ahmad al-Gangohi (w. 1323
H/1905 M), yang berbasis pada pengajaran hadis di lingkungan Deoband dan berisi
kajian riwayah dan dirayah.
9. Anwar al-Bari
Kemudian Anwar
al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari karya Ahmad Rida Khan al-Barelwi (w. 1340
H/1921 M), yang selain menjelaskan hadis juga memuat pembelaan teologis Ahl
al-Sunnah versi Barelwi.
10. Faidl al-Bari
Selanjutnya Faidl
al-Bari ‘ala Sahih al-Bukhari karya Anwar Shah al-Kashmiri (w. 1352 H/1933
M), yang merupakan hasil dars dan sangat kuat dalam analisis
perbandingan riwayat serta kritik hadis.
11. Tuhfat al-Bari dan Kasyf al-Bari
Adapun
karya-karya kontemporer seperti Tuhfat al-Bari bi Syarh Sahih al-Bukhari
dan Kasyf al-Bari ‘amma fi Sahih al-Bukhari berupaya menyederhanakan syarah
agar lebih mudah dipahami oleh pembaca kontemporer.
Secara
kronologis berdasarkan tahun wafat pengarang, urutannya adalah: al-Khattabi
(388 H), Ibn Battal (449 H), al-Nasafi (537 H), al-Kirmani (786 H), al-Wazir
(840 H), Ibn Hajar (852 H), al-‘Ayni (855 H), al-Qastallani (923 H), al-Gangohi
(1323 H), Ahmad Rida Khan (1340 H), dan Anwar Shah al-Kashmiri (1352 H).
