![]() |
| Media digital sudah jadi cara yang terkenal untuk menyampaikan berita. Sumber: Grid.id |
Pemimpin
dalam hadis Nabi dan relevansinya di era politik digital anak muda sangat
penting dalam konteks kehidupan kontemporer. Hadis Nabi merupakan sumber ajaran
dan pedoman bagi umat Islam, sedangkan era politik digital menunjukkan
perubahan dalam cara komunikasi dan kepemimpinan. Kaitan antara keduanya dapat
memberikan pandangan yang mendalam mengenai bagaimana prinsip kepemimpinan
dalam Islam dapat diterapkan dalam konteks modern. Hal ini juga dapat membantu
memahami bagaimana anak muda dapat memanfaatkan teknologi dan informasi untuk
memilih pemimpin yang sesuai dengan ajaran agama dan prinsip kepemimpinan
Islam.
Dalam
konteks ini, hadis Nabi yang berkaitan dengan kepemimpinan, seperti mengenai
sifat-sifat pemimpin yang baik, tanggung jawab seorang pemimpin, dan alam
semesta dengan rakyat, dapat menjadi pedoman bagi anak muda dalam memahami
karakter dan kualitas seorang pemimpin. Selain itu, relevansi di era politik
digital menunjukkan bahwa nilai dapat diterapkan dalam memahami bagaimana
seorang pemimpin dapat berkomunikasi dan memimpin dalam dunia yang semakin
terhubung secara digital. Hadis tentang pemimpin membahas konsep pemimpin dalam
Islam dan mencerminkan peran penting yang mereka mainkan dalam masyarakat dan
organisasi. Berikut adalah beberapa hadis dan dalil terkait pemimpin, Rasulullah
SAW bersabda:
أَلَا
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي
عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى
أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى
أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ
Artinya: "Kalian
semuanya pemimpin (pemelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya.
Seorang raja adalah pemimpin bagi rakyatnya dan akan ditanya tentang
kepemimpinannya. Seorang suami yang memimpin keluarganya dan akan ditanya
tentang kepemimpinannya. Seorang ibu yang memimpin rumah suaminya dan
anak-anaknya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang hamba (buruh)
pemimpin harta milik majikannya akan ditanyai tentang pemeliharaannya".
Ada beberapa
hadis nabi yang membahas tentang pemimpin dan kepemimpinan dalam kehidupan
sehari-hari diantaranya adalah:
1. Hadis, “Berani (keberanian), seorang
pemimpin harus memiliki sifat keberanian yang tinggi, karena mereka akan bertanggung
jawab penuh terhadap seluruh bangsa”
2. Hadis tentang kepemimpinan suku Quraisy
menjelaskan tentang peran pemimpin dalam masyarakat dan organisasi
3. Hadis “Kepemimpinan terbaik adalah kepemimpinan
yang benar”
4. Dari hadis-hadis tersebut, kita dapat menyimpulkan
bahwa pemimpin memiliki peran penting yang mereka mainkan dalam masyarakat dan
organisasi. Pemimpin harus memiliki sifat keberanian yang tinggi, bertanggung
jawab penuh terhadap seluruh bangsa, dan menjaga kepemimpinan dengan benar dan
sesuai syarat Islam.
Selain itu,
terdapat beberapa hasil penelitian yang membahas relevansi hadis tentang
pemimpin dalam era digital. Salah satunya adalah penelitian yang menyoroti
relevansi hadis larangan meminta jabatan dalam konteks kampanye pemilu dan terdapat
juga penelitian yang membahas urgensi etika komunikasi umat beragama dalam era
digital.
Dengan
demikian, pemahaman mengenai pemimpin dalam hadis Nabi dan relevansinya di era
politik digital bagi anak muda, dapat memberikan landasan yang kuat dalam memahami
prinsip-prinsip kepemimpinan Islam. Begitu juga dengan bagaimana
prinsip-prinsip tersebut dapat diimplementasikan dalam konteks modern yang
gejolak.
Peranan penting anak muda zaman sekarang dalam berpolitik di era digital sangat pesat terlihat sehingga harus memperhatikan landasan-landasan norma yang berlaku. Di antaranya yang berkaitan dengan norma agama. Caranya adalah dengan memperhatikan sumber kedua pedoman hidup umat Islam, yaitu hadis nabi salah satunya, dengan memahami hadis tentang pemimpin dan kepemimpinan yang dijelaskan dalam tulisan ini.
Anak
muda di era modern dan digital yang semakin maju akan mampu menerapkan sikap
politik yang baik dengan mematuhi kode etik penggunaan media sosial digital. Di
samping itu, mereka juga menerapkan isi konten dan pembahasan yang menjadi
topik hangat, yaitu tentang pemimpin dan politik negara untuk anak muda zaman sekarang.
Dengan demikian, mereka akan lebih terarah dan lebih mudah memahami dan
menggunakan media sosial digital secara bijak.
Apabila anak
muda zaman sekarang mempunyai kemampuan digital dalam membahas politik dengan
baik dan bijak, maka ada relevansinya dengan hadis Nabi tentang pemimpin. Di samping
itu, hal tersebut dapat direalisasikan dengan baik tanpa menjatuhkan tanpa
menjelek-jelekkan dan mengolok-olok dari berbagai kubu. Dengan demikian, anak
muda zaman sekarang akan memiliki yang memiliki akhlak mulia dan baik akan
mampu mengikuti sumber ajaran kedua setelah Alquran, yaitu hadis nabi Muhammad SAW.
Segala aktivitas pemuda dalam membahas tentang sosok pemimpin di media digital akan terarah dan terlihat santun bijaksana. Dengan demikian, pembaca ataupun pendengar juga mengikuti arah positif dari apa yang direalisasikan oleh generasi muda zaman sekarang, utamanya terkait politik dan pemimpin
Referensi:
Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih
al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Sa’b, t.t)
https://fkmpsfitk.uin-suka.ac.id/id/kolom/detail/554/rasulullah-sebagai-pemimpin-dan-relevansinya-dengan-kepemimpinan-pada-lembaga-pendidikan-modern
Misbakhussudur, Kholila Mukaromah, “Kajian Tematis Hadis tentang Kebahagiaan dan Relevansinya dalam
Membangun Kesehatan Mental di Era Digital,” Jurnal Universum,
Vol. 16, No. 2. Desember 2022.
Wida Fitria,
Ganjar Eka Subakti, “Era Digital Dalam Perspektif Islam: Urgensi Etika
Komunikasi Umat Beragama Di Indonesia,” Jurnal: Penelitian Keislaman.
Vol.18 No.02 (2022): 143-157.
Amilin, “Pengaruh
Hoaks Politik dalam Era Post-Truth terhadap Ketahanan Nasional dan Dampaknya
pada Kelangsungan Pembangunan Nasional,” Jurnal Kajian Lemhannas RI, Edisi
39, September 2019
Muhammad
Torieq Abdillah, Noor Syifa Humairoh, Anwar Hafidzi, Sulaiman Kurdi. “Keterkaitan
Antara Hadis dan Politik di Indonesia pada Era Digital (Kajian Hadis Tentang
Larangan Memberi Jabatan Bagi Orang yang Meminta Jabatan),” Journal of
Islamic and Law Studies. Vol. x, No. x, 2018, pp. 61-77 DOI: https://dx.doi.org/10.18592/jils.v4i1.
Raodatul Jannah, “Hadis tentang Politik,” Jurnal Riset Agama Volume 1, Nomor 1 (April 2021): 113-132 https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jra
