Pemimpin dalam Hadis Nabi: Relevansinya di Era Politik Digital Anak Muda

Daftar Isi [Tampilkan]
Oleh: Indrawansyah
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Media digital sudah jadi cara yang terkenal untuk menyampaikan berita. Sumber: Grid.id


Pemimpin dalam hadis Nabi dan relevansinya di era politik digital anak muda sangat penting dalam konteks kehidupan kontemporer. Hadis Nabi merupakan sumber ajaran dan pedoman bagi umat Islam, sedangkan era politik digital menunjukkan perubahan dalam cara komunikasi dan kepemimpinan. Kaitan antara keduanya dapat memberikan pandangan yang mendalam mengenai bagaimana prinsip kepemimpinan dalam Islam dapat diterapkan dalam konteks modern. Hal ini juga dapat membantu memahami bagaimana anak muda dapat memanfaatkan teknologi dan informasi untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan ajaran agama dan prinsip kepemimpinan Islam.

Dalam konteks ini, hadis Nabi yang berkaitan dengan kepemimpinan, seperti mengenai sifat-sifat pemimpin yang baik, tanggung jawab seorang pemimpin, dan alam semesta dengan rakyat, dapat menjadi pedoman bagi anak muda dalam memahami karakter dan kualitas seorang pemimpin. Selain itu, relevansi di era politik digital menunjukkan bahwa nilai dapat diterapkan dalam memahami bagaimana seorang pemimpin dapat berkomunikasi dan memimpin dalam dunia yang semakin terhubung secara digital. Hadis tentang pemimpin membahas konsep pemimpin dalam Islam dan mencerminkan peran penting yang mereka mainkan dalam masyarakat dan organisasi. Berikut adalah beberapa hadis dan dalil terkait pemimpin, Rasulullah SAW bersabda:

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ

Artinya: "Kalian semuanya pemimpin (pemelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Seorang raja adalah pemimpin bagi rakyatnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang suami yang memimpin keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang ibu yang memimpin rumah suaminya dan anak-anaknya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang hamba (buruh) pemimpin harta milik majikannya akan ditanyai tentang pemeliharaannya".

Ada beberapa hadis nabi yang membahas tentang pemimpin dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah:

1. Hadis, “Berani (keberanian), seorang pemimpin harus memiliki sifat keberanian yang tinggi, karena mereka akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh bangsa”

2. Hadis tentang kepemimpinan suku Quraisy menjelaskan tentang peran pemimpin dalam masyarakat dan organisasi

3. Hadis “Kepemimpinan terbaik adalah kepemimpinan yang benar”

4. Dari hadis-hadis tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa pemimpin memiliki peran penting yang mereka mainkan dalam masyarakat dan organisasi. Pemimpin harus memiliki sifat keberanian yang tinggi, bertanggung jawab penuh terhadap seluruh bangsa, dan menjaga kepemimpinan dengan benar dan sesuai syarat Islam.

Selain itu, terdapat beberapa hasil penelitian yang membahas relevansi hadis tentang pemimpin dalam era digital. Salah satunya adalah penelitian yang menyoroti relevansi hadis larangan meminta jabatan dalam konteks kampanye pemilu dan terdapat juga penelitian yang membahas urgensi etika komunikasi umat beragama dalam era digital.

Dengan demikian, pemahaman mengenai pemimpin dalam hadis Nabi dan relevansinya di era politik digital bagi anak muda, dapat memberikan landasan yang kuat dalam memahami prinsip-prinsip kepemimpinan Islam. Begitu juga dengan bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diimplementasikan dalam konteks modern yang gejolak.

Peranan penting anak muda zaman sekarang dalam berpolitik di era digital sangat pesat terlihat sehingga harus memperhatikan landasan-landasan norma yang berlaku. Di antaranya yang berkaitan dengan norma agama. Caranya adalah dengan memperhatikan sumber kedua pedoman hidup umat Islam, yaitu hadis nabi salah satunya, dengan memahami hadis tentang pemimpin dan kepemimpinan yang dijelaskan dalam tulisan ini.

Anak muda di era modern dan digital yang semakin maju akan mampu menerapkan sikap politik yang baik dengan mematuhi kode etik penggunaan media sosial digital. Di samping itu, mereka juga menerapkan isi konten dan pembahasan yang menjadi topik hangat, yaitu tentang pemimpin dan politik negara untuk anak muda zaman sekarang. Dengan demikian, mereka akan lebih terarah dan lebih mudah memahami dan menggunakan media sosial digital secara bijak.

Apabila anak muda zaman sekarang mempunyai kemampuan digital dalam membahas politik dengan baik dan bijak, maka ada relevansinya dengan hadis Nabi tentang pemimpin. Di samping itu, hal tersebut dapat direalisasikan dengan baik tanpa menjatuhkan tanpa menjelek-jelekkan dan mengolok-olok dari berbagai kubu. Dengan demikian, anak muda zaman sekarang akan memiliki yang memiliki akhlak mulia dan baik akan mampu mengikuti sumber ajaran kedua setelah Alquran, yaitu hadis nabi Muhammad SAW.

Segala aktivitas pemuda dalam membahas tentang sosok pemimpin di media digital akan terarah dan terlihat santun bijaksana. Dengan demikian, pembaca ataupun pendengar juga mengikuti arah positif dari apa yang direalisasikan oleh generasi muda zaman sekarang, utamanya terkait politik dan pemimpin

Referensi:

Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Sa’b, t.t)

https://fkmpsfitk.uin-suka.ac.id/id/kolom/detail/554/rasulullah-sebagai-pemimpin-dan-relevansinya-dengan-kepemimpinan-pada-lembaga-pendidikan-modern

Misbakhussudur, Kholila Mukaromah, “Kajian Tematis Hadis tentang Kebahagiaan dan Relevansinya dalam Membangun Kesehatan Mental di Era Digital,Jurnal Universum, Vol. 16, No. 2. Desember 2022.

Wida Fitria, Ganjar Eka Subakti, “Era Digital Dalam Perspektif Islam: Urgensi Etika Komunikasi Umat Beragama Di Indonesia, Jurnal: Penelitian Keislaman. Vol.18 No.02 (2022): 143-157.

Amilin, “Pengaruh Hoaks Politik dalam Era Post-Truth terhadap Ketahanan Nasional dan Dampaknya pada Kelangsungan Pembangunan Nasional,” Jurnal Kajian Lemhannas RI, Edisi 39, September 2019

Muhammad Torieq Abdillah, Noor Syifa Humairoh, Anwar Hafidzi, Sulaiman Kurdi. “Keterkaitan Antara Hadis dan Politik di Indonesia pada Era Digital (Kajian Hadis Tentang Larangan Memberi Jabatan Bagi Orang yang Meminta Jabatan), Journal of Islamic and Law Studies. Vol. x, No. x, 2018, pp. 61-77 DOI: https://dx.doi.org/10.18592/jils.v4i1.

Raodatul Jannah, “Hadis tentang Politik,” Jurnal Riset Agama Volume 1, Nomor 1 (April 2021): 113-132 https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jra

Baca juga:
Labels : #Mahasiswa ,#Opini ,
Menunggu informasi...

Posting Komentar