Perkiraan Lailatul Qadr menurut al-Qalyubi dan Sayyid Bakri Syatha

Daftar Isi [Tampilkan]

Oleh: Muhammad Akmaluddin




1. Perkiraan Lailatul Qadar

"Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari no. 2017). Begitulah perintah Rasulullah untuk mencari Lailatul Qadar. Lailatul Qadr adalah malam mulia di bulan Ramadan, yang lebih baik dari 1000 bulan atau 83 tahun lebih, saat Al-Qur’an diturunkan dan malaikat turun membawa berkah. Menurut sebagian ulama, malam ini diperkirakan jatuh pada 10 malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil, ditandai dengan kedamaian hingga fajar. Di antara para ulama yang memperkirakan Lailatul Qadr jatuh pada 10 malam terakhir Ramadan adalah Imam al-Qalyubi dan Sayyid Bakri Syatha

 

2. Lailatul Qadar Menurut al-Qalyubi

Syihab ad-Din Abu al-‘Abbas Ahmad ibn Ahmad ibn Salamah, yang terkenal dengan al-Qalyubi (w. 1069 H / 1658 M). Beliau dalam ḥāsyiyah-nya atas al‑Maḥallī Syarḥ Minhāj al‑Ṭālibīn mengatakan tentang pendapat para ulama terkait jatuhnya malam Lailatul Qadar. Beliau kemudian membuat syair:

 

يَا سَائِلِي عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ الَّتِي … فِي عَشْرِ رَمَضَانَ الْأَخِيرِ حَلَّتْ

فَإِنَّهَا فِي مُفْرَدَاتِ الْعَشْرِ … تُعْرَفُ مِنْ يَوْمِ ابْتِدَاءِ الشَّهْرِ

فَبِالْأَحَدْ وَالْأَرْبِعَا فِي التَّاسِعَهْ … وَجُمُعَةٍ مَعَ الثَّلَاثَا السَّابِعَهْ

وَإِنْ بَدَا الْخَمِيسَ فَالْخَامِسَةُ … وَإِنْ بَدَا بِالسَّبْتِ فَالثَّالِثَةُ

وَإِنْ بَدَا الِاثْنَيْنِ فَهْيَ الْحَادِي … هَذَا عَنْ الصُّوفِيَّةِ الزَّهَّادِيَّ


Artinya:

“Wahai orang yang bertanya tentang malam Lailatul Qadar,

yang berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

 

Sesungguhnya ia berada pada malam-malam ganjil dari sepuluh itu,

dan dapat diketahui dari hari dimulainya bulan.

 

Jika awal bulan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka pada malam ke-9.

 

Jika awal bulan jatuh pada hari Jumat atau Selasa, maka pada malam ke-7.

 

Jika awal bulan jatuh pada hari Kamis, maka pada malam ke-5.

 

Jika awal bulan jatuh pada hari Sabtu, maka pada malam ke-3.

 

Jika awal bulan jatuh pada hari Senin, maka pada malam ke-1 (malam ke-21).

 

Ini merupakan perkiraan yang dinukil dari kalangan para sufi yang zuhud.”

 

3. Tabel Lailatul Qadar Menurut al-Qalyubi

 

Hari Awal Ramadan

Perkiraan Lailatul Qadar

Tanggal Malam

Ahad

Malam ke-9 dari sepuluh terakhir

29 Ramadan

Rabu

Malam ke-9 dari sepuluh terakhir

29 Ramadan

Jumat

Malam ke-7 dari sepuluh terakhir

27 Ramadan

Selasa

Malam ke-7 dari sepuluh terakhir

27 Ramadan

Kamis

Malam ke-5 dari sepuluh terakhir

25 Ramadan

Sabtu

Malam ke-3 dari sepuluh terakhir

23 Ramadan

Senin

Malam ke-1 dari sepuluh terakhir

21 Ramadan

 

4. Lailatul Qadar Menurut Sayyid Bakri Syatha

Melanjutkan apa yang dikatakan oleh al-Qalyubi, Sayyid Abu Bakr bin Muhammad Syatha al-Dimyathi al-Makki yang masyhur dengan Sayyid Bakri Syatha (w. 1310 H / 1892 M) juga mengutip pendapat para ulama alternatif tentang jatuhnya malam Lailatul Qadar. Ia kemudian mengutip syair sebagian ulama:

 

وإنا جميعا إن نصم يوم جمعة … ففي تاسع العشرين خذ ليلة القدر

وإن كان يوم السبت أول صومنا … فحادي وعشرين اعتمده بلا عذر

وإن هل يوم الصوم في أحد فذا ... بسابعة العشرين ما رمت فاستقر

وإن هل بالاثنين فاعلم بأنه ... يوافيك نيل الوصل في تاسع العشري

ويوم الثلاثا إن بدا الشهر فاعتمد ... على خامس العشرين تحظى بها فادر

وفي الأربعا إن هل يا من يرومها ... فدونك فاطلب وصلها سابع العشري

ويوم الخميس إن بد الشهر فاجتهد ... توافيك بعد العشر في ليلة الوتر

 

Artinya:

“Jika kita semua berpuasa mulai hari Jumat,
maka pada malam ke-29 ambillah Lailatul Qadar.

Jika hari Sabtu menjadi awal puasa kita,
maka berpeganglah pada malam ke-21 tanpa keraguan.

Jika awal puasa jatuh pada hari Ahad,
maka ia berada pada malam ke-27, maka tetapkanlah.

Jika awalnya hari Senin,
ketahuilah bahwa engkau akan meraih pertemuan (dengan keutamaannya) pada malam ke-29.

Jika awal bulan tampak pada hari Selasa,
maka peganglah malam ke-25 agar engkau mendapatkannya.

Jika awalnya hari Rabu, wahai pencarinya,
maka carilah ia pada malam ke-27.

Jika awal bulan pada hari Kamis, maka bersungguh-sungguhlah,
engkau akan menemuinya setelah sepuluh malam pada salah satu malam ganjil.”


5. Tabel Lailatul Qadar Menurut Sayyid Bakri Syatha

 

Awal Ramadan

Perkiraan Lailatul Qadar

Tanggal

Jumat

Malam ke-9 dari sepuluh terakhir

29 Ramadan

Sabtu

Malam pertama dari sepuluh terakhir

21 Ramadan

Ahad

Malam ke-7 dari sepuluh terakhir

27 Ramadan

Senin

Malam ke-9 dari sepuluh terakhir

29 Ramadan

Selasa

Malam ke-5 dari sepuluh terakhir

25 Ramadan

Rabu

Malam ke-7 dari sepuluh terakhir

27 Ramadan

Kamis

Salah satu malam ganjil setelah sepuluh terakhir

21 / 23 / 25 / 27 / 29

 

6. Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Sayyid Bakri mengatakan bahwa dalam Tuhfat al-Muhtaj disebutkan hikmah disamarkannya Lailatul Qadar dalam sepuluh malam terakhir adalah agar manusia menghidupkan seluruh malamnya. Hal ini termasuk kekhususan umat Nabi Muhammad saw., dan tetap ada sampai hari kiamat. Pada malam itulah diputuskan setiap urusan yang penuh hikmah.

Pendapat yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar berada pada malam pertengahan bulan Nisfu Sya'ban adalah pendapat yang ganjil dan menyimpang.

 

7. Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Tanda-tandanya adalah malamnya tenang dan seimbang; dan pada pagi harinya matahari terbit tanpa sinar yang kuat, karena banyaknya cahaya para malaikat yang naik dan turun pada malam itu. Faedah mengetahui harinya adalah agar disunnahkan bersungguh-sungguh beribadah pada siang harinya sebagaimana malamnya.


Baca juga:
Labels : #Ilmu Terkait ,#Lailatul Qadar ,#Living Hadis ,#Ramadhan ,
Menunggu informasi...

Posting Komentar