Aksara Panyalindungan: Naskah Azimat Rebo Wekasan di Tatar Sunda (Cipaku, Ciamis)

Daftar Isi [Tampilkan]

Oleh: Sinta Oktafia
Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis

 


Gambar 1. Naskah ‘Azimat Rabū Wekasan (Sumber foto: Hudan, 2025)

1. Naskah Panyalindungan

Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriyah yang telah lama menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat Muslim tradisional sebagai waktu turunnya berbagai bala dan musibah. Untuk menangkalnya, sejumlah masyarakat menjalankan amalan khusus dan salah satu jejaknya tersimpan dalam sebuah naskah kuno yang ditemukan terselip di dalam jilid kitab Fatḥ al-Wahhāb di Madrasah Assamihiyyah.

Naskah ini diperkirakan ditulis sekitar tahun 1950-an oleh Bapak Iing (1942–2005) semasa menjalani kehidupan sebagai santri. Beliau pernah menempuh pendidikan di Pesantren An-Nu'man, Tasikmalaya, dan Pesantren Al-Mu'awanah, Lumbung (dua pesantren bercorak tradisional yang kuat), sehingga naskah ini kemungkinan merupakan hasil catatan pribadi atau transmisi ilmu selama masa menjadi santri.[1]

2. Isi dan Ritual Rebo Wekasan

 


Gambar 2. Naskah ‘Azimat Rabū Wekasan fol. 2v berisi ayat salamun

 

Transkripsi:

سلام قولا من رب رحيم سلام على نوح في العالمين انا  كذلك نجزي المحسنين سلام على ابراهيم انا كذلك نجزي المحسنين انا  كذلك نجزي المحسنين سلام على موسى وهارون انا  كذلك نجزي المحسنين سلام على ال ياسين  انا  كذلك نجزي المحسنين سلام عليكم طبتم فادخلوها خالدين سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار سلام هي حتى مطلع الفجر

 

Transliterasi:

Salāmun qaulan min rabbin raḥīm salāmun ‘alā Nūḥin fī al-‘ālamīn innā każālika najzī al-muḥsinīn salāmun ‘alā Ibrāhīm innā każālika najzī al-muḥsinīn innā każālika najzī al-muḥsinīn salāmun ‘alā Mūsā wa Hārūn innā każālika najzī al-muḥsinīn salāmun ‘alā Il Yāsīn innā każālika najzī al-muḥsinīn salāmun ‘alaikum ṭibtum fadkhulūhā khālidīn salāmun ‘alaikum bimā ṣabartum fani‘ma ‘uqbā ad-dār salāmun hiya ḥattā maṭla‘ al-fajr.

 

3. Tiga Bagian Naskah

Secara isi, naskah ini memuat tiga bagian utama: tujuh ayat salāmun, tata cara salat Rebo Wekasan, dan doa setelahnya. Tujuh ayat salāmun yang tertulis bersumber dari beberapa surah Al-Qur'an, di antaranya Surah Yasin, As-Shaffat, Az-Zumar, dan Al-Qadr. Ayat-ayat ini dituliskan pada sebuah media, kemudian dicelupkan kedalam air, dan air tersebut diminum dengan niat memohon keselamatan sebuah praktik yang mencerminkan perpaduan antara teks suci dan ritual perlindungan diri.



Gambar 3. Naskah Ṣalāt Rabū Wekasan fol. 2r berisi tata cara dan doa setelah Ṣalāt Rabū Wekasan

 

Transkripsi:

نويت سنة ركعتين لله تعالى الله أكبر

صلاة  اوڤات روكعت دوا سلامن. سابان٢ روكعت بعد فاتحة ماچا انا اعطينا ك الكوثر 17 باليك، ماچا قل هو الله  5  باليك، ماچا قل اعوذ برب الفلق جيونق قل اعوذ برب الناس ساباليق٢

 

Transliterasi:

Nawaitu sunnatan rak‘ataini lillāhi ta‘ālā Allāhu akbar

Shalat opat roka‘at dua salaman. Saban-saban roka‘at ba‘da fātiḥah maca innā a‘ṭainā ka al-kauṡar 17 balik, maca Qul huwa-Allāh 5 balik, maca Qul a‘ūdzu bi-Rabbi al-falaq jeung Qul a‘ūdzu bi-Rabbi an-Nās sabalik-sabalik.

 

Transliterasi:

Ieu du’ana

Allahumma yaa syadidal quraa, wa yaa syadidal mihal, yaa ‘aziizu dzallati bi’izzatika jamii’u kholqika, ikfinii bijami’i kholqika Ya Muhsinu Ya Mujmilu Yaa Mutafadilu Yaa Mun’imu Yaa Mukrimu Yaa Man Laailaha illa anta birahmatika Yaa Arhamarrahimin. Allahumma bisyirril Hasaan wa akhihi wa jaddihi wa abiihi, ikfinii Syarro hadal yaum wa ma yanzilu fi hi, ya kafii fasayakfikahumullah wahuwasaamii’ul ‘alim, Yaa hasbunallah wa ni’mal wakil wa laa haula wala quwwata illa billahil’aliyil adziim.

 

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Ini Doanya

Ya Allah, wahai Yang Maha Kuat, wahai Yang Maha Dahsyat dalam melakukan pembalasan, wahai Yang Maha Perkasa, wahai Dzat yang yang seluruh makhluk tunduk kepada kemuliaan-Mu, Lindungilah aku dari kejahatan seluruh makhluk-Mu. Wahai Pemberi kebaikan, wahai Pemberi keindahan, wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Maha Pemberi nikmat, wahai Yang Maha Pemulia, wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau, kasihanilah aku dengan Rahmat-Mum wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.

 

Tata cara salat Rebo Wekasan yang tercantum dalam naskah menunjukkan kekhasan tersendiri. Salat dilaksanakan sebanyak empat rakaat dengan dua salam. Setelah membaca surah Al-Fatihah di tiap rakaat, disambung dengan bacaan: Surah Al-Kausar sebanyak 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq sekali, dan An-Nas sekali. Landasan amalan ini disandarkan pada kitab Nihāyat az-Zayn karya Syekh Nawawi al-Bantani, ulama besar Nusantara yang dikenal luas dalam bidang fikih dan tasawuf.[2]

4. Keunikan Naskah

Dari sisi kodikologi, naskah ini menyimpan sejumlah keunikan. Pertama, terdapat dua jenis media tulis yaitu pensil dan pena yang mengindikasikan penulisan berlangsung dalam dua tahap berbeda. Kedua, terdapat campuran angka Arab dan angka Latin, yang menunjukkan naskah ini lahir pada masa pasca-kemerdekaan ketika sistem penulisan sedang dalam masa transisi. Ketiga, naskah ini ditulis dalam bahasa Sunda, sesuatu yang menarik perhatian karena tradisi Rebo Wekasan umumnya diasosiasikan dengan budaya Jawa. Kehadirannya dalam konteks Sunda menjadi bukti terjadinya transmisi dan adaptasi budaya lintas wilayah.

Naskah Azimat Rebo Wekasan ini bukan sekadar lembaran tua. Ia adalah cerminan dari cara masyarakat pesantren memadukan keyakinan teologis dengan praktik ritual, menjaga tradisi melalui tulisan tangan yang berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Keberadaannya mengingatkan kita bahwa di balik lembaran-lembaran sederhana tersimpan kekayaan intelektual dan spiritual yang masih layak untuk terus dikaji dan dilestarikan.

 



[1] Hudan Badruttamam, “Azimat Rebo Wekasan,” March 2026.

[2] Nawawi, “Nihayatuz Zain Fi Irsyadi Al-Mubtadi’in,” 16.


Baca juga:
Labels : #alquran ,#manuskrip ,#sunda ,
Menunggu informasi...

1 komentar

  1. semangat belajar menulisnya